Selasa, 5 April 2011 | 10:34 WIB

Di Lapas Medaeng 13 napi dan dua staf Rutan positif mengonsumsi narkoba

SURABAYA- Badan Narkotika Provinsi Jatim mengakui ada indikasi terjadi peredaran narkoba di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan di Jatim. Di antaranya yang menjadi target pantauan ketat BNP Lapas Kelas II A Pamekasan, Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng dan Lapas Kelas I Madiun.

Kasubid Penyelidikan BNP Jatim Naniek Yuniati mengatakan, pada November 2010 lalu pihaknya telah melakukan tes urine di Lapas Kelas II A Pamekasan. Hasilnya ada lima orang napi kedapatan positif mengonsumsi narkoba jenis ganja, sabu dan ekstasi.


Selain itu, hasil tes yang dilakukan Februari 2011 di Rutan Klas I di Medaeng lebih mengejutkan, hasilnya ada 13 napi dan dua staf Rutan yang positif mengonsumsi narkoba. Sementara untuk Lapas Klas I di Madiun dari hasil tes urine masih menunjukkan angka nihil.

Naniek menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah lama mendengar rumor tentang peredaran narkoba di Lapas Pamekasan, Madiun dan Rutan Medaeng. BNP juga pernah mendapat laporan langsung dari Wakil Bupati Pamekasan bahwa polisi terkesan dipersulit ketika hendak masuk ke lapas.

Menurut dia, beragam modus dilakukan untuk memasukkan narkoba di rutan maupun lapas. Kalau di Lapas Pamekasan, ada indikasi modus peredaran narkoba dari dalam lapas ke ke luar. Diduga ada narapidana di dalam lapas masih menjadi pengedar dan memasok narkoba ke luar lapas. “Berkumpulnya para pengedar dan pemakai narkoba dalam satu lapas bisa terbentuk jaringan baru dan bisa saja menjadi lebih besar,” kata Naniek dihubungi, Senin (4/4).

Sedangkan di Lapas Madiun, lanjut dia, peredaran narkoba terjadi dari luar ke dalam. Para napi yang masih kecanduan narkoba dipasok dari luar. Sementara di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, modus yang terjadi dua duanya. Di tempat tersebut ada arus barang masuk dan keluar.

Karena itu, BNP Jatim melakukan pengawasan ketat di tiga lapas tersebut untuk menekan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan. “Masalah ini adalah masalah bersama, bukan hanya tanggung jawab Kemenkumham dan aparat penegak hukum saja,” ujarnya.

Menurut dia, BNP hingga kini belum mendapatkan laporan lanjut terkait temuan napi dan staf yang positif mengonsumsi narkoba. BNP, kata Naniek, tidak mempunyai kewenagan untuk menindaklanjutinya. Meski demikian, Naniek mengatakan seharusnya ada laporan bahwa napi tersebut sudah bebas atau mendapat hukuman.

Sementara Ketua Komisi A bidang Pemerintahan DPRD Jatim Sabron Jamil mengaku, akan memanggil Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil Kemenkumham Jatim) untuk menanyakan maraknya peredaran narkoba di lapas dan rutan. Dalam pertemuan tersebut, kata Sabron, pihaknya akan mencari jalan keluar untuk memecahkan persoalan tersebut. Sabron mengakui kalau saat ini masih ada petugas lapas yang ikut terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. “Karena itu, untuk menangkal dan menekan peredaran narkoba harus dilakukan dari dalam lapas,” katanya.m9

(Sumber:http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=850bbe5ec115095ad7e5ac1891983363&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c)

0 comments :

Posting Komentar