Ancaman minimal empat tahun penjara rupanya tak menyurutkan peredaran narkoba. Terbukti makin banyak saja barang bukti narkoba yang dimusnahkan Kejaksaan Negeri Surabaya tiap tri wulan. Berapa nilai barang haram yang dimusnahkan?

Uciek Asih, KEJARI SURABAYA

Kamis pagi, sekitar pukul 08.30 Wib, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memusnahkan barang bukti berupa ganja seberat 184 kg dari 22 perkara, sabu-sabu seberat 5.272 gram, pil ekstasi sebanyak 1.044 butir, pil double L sebanyak 541 butir, pil Happy Five sebanyak 62 gram, pil Lexotan sebnyak 12 butir, pil trihexy phemidy, jamu dan obat keras, makanan tanpa izin edar sebanyak 1 kotak dan alat hisap sabu-sabu sebanyak 36 set. Selain itu, ada uang palsu sebanyak 100 lembar pecahan Rp 100 ribu.


Artinya BB yang dimusnahkan ini diperkirakan senilai puluhan miliaran rupiah. Ini mengingat harga pasaran sabu-sabu saja saat ini antara Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta per gram.

Jumlah ini meningkat dibanding pembakaran sebelumnya yakni pada 30 Desember 2010 lalu, dimana Kejari Surabaya memusnahkan narkotika, ada 1048 gram dan 22 poket ganja yang dimusnahkan. Paling banyak dibakar barang bukti psikotropika yang terdiri diri dari sabu-sabu seberat 116,58 gram dan 27 poket. Selain itu ada juga pil ekstasi 547 butir, pil double L sebanyak 4950 butir, juga 89 set alat hisap.

Sedangkan pada pembakaran sebelumnya yakni pada tiga bulan sebelumnya tepatnya 8 September 2010 dimana Kejari Surabaya memusnahkan narkotika, ada 19 gram dan 29 poket ganja yang dimusnahkan. Paling banyak dibakar barang bukti psikotropika yang terdiri diri dari sabu-sabu seberat 937 gram dan 64 poket. Selain itu ada juga pil ekstasi 1.893,5 butir, pil double L sebanyak 920 butir, juga 75 set alat hisap set alat hisap, pil Happay Five (50 butir), pil Trihexy Phenidil sebanyak 530 butir dan sabu-sabu yang diserapkan pada handuk.

Sebelumnya, Januari 2010, Kejari Surabaya juga melakukan pemusnahan barang bukti senilai Rp 5 miliar. Saat itu barang bukti yang dimusnahkan antara lain jenis daun ganja, 133,31 gram dari 7 perkara, SS 414,36 gram dari 45 perkara, alat hisap sabu-sabu 17 set dari 17 perkara, pil double L1027 butir dari 2 perkara, Pil obat daftar G 40 butir, Pil Kumulin 3 butir, masing masing 1 perkara, dan Pil Extasy 14 butir dari 2 perkara.

Kepala Kejari Surabaya, Fadil Zumhana mengatakan, pemusnahan ini merupakan kegiatan rutin institusi yang dipimpinnya setiap tiga bulan sekali. ”Ini kegiatan rutin Kejari Surabaya setiap tiga bulan sekali,” kata Fadil, usai acara pemusnahan BB.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Setyo Pranoto menambahkan, pemusnahan barang bukti kali ini juga untuk menjaga ketertiban dan kebersihan ruang bukti. ”Jika tidak dimusnahkan dalam waktu 3 bulan sekali, maka BB itu akan menumpuk di ruang penyimpanan BB,” katanya.

Setyo juga menghimbau pada masyakarat terutama generasi muda agar jangan pernah mengkonsumsi narkoba, sebab selain ancaman hukuman tinggi tapi juga bisa merusak mental. “ Kita himbau janganlah mencoba barang haram ini, sebab ancaman hukumannya sangat tinggi,” tegas pria asal Nganjuk ini.

(Sumber:http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829627546bfbed438a286333ba04c4a5e6603)


0 comments :

Posting Komentar