SURABAYA--MICOM: Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat East Java Action (EJA) Surabaya Rudhy Wedhasmara mengakui, dirinya pernah terlibat dalam perdagangan narkoba di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Itu saya alami sekitar tahun 2003. Saat itu, di Rutan Medaeng ada seorang penghuni bernama Kak Rasul yang memonopoli perdagangan narkoba. Kebetulan saya dipercaya menjadi orang kepercayaan," katanya di Surabaya, Jumat (18/3).


Rudhy yang juga mantan pengguna narkoba itu mengemukakan dalam menanggapi terbongkarnya perdagangan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan yang melibatkan para petugas LP itu sendiri dan diduga melibatkan para pimpinan LP Nusakambangan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Kepala LP Narkotika Nusakambangan Marwan Adli, Kepala Pengamanan LP Iwan Syaefuddin, dan Kepala Seksi Bina Pendidikan Fob Budhiyono, Selasa (8/3) sore, karena mereka diduga terlibat dalam perdagangan narkotika di dalam LP.

Menurut Rudhy, perdagangan narkoba di dalam LP Narkotika di Nusakambangan itu juga pernah dialaminya di Rutan Medaeng. Tapi, perdagangan narkoba di Rutan Medaeng ada unsur monopoli.

"Itu (monopoli) terjadi, karena para tahanan dan narapidana (napi) narkoba di Medaeng, baik pengguna maupun pengedar dan bahkan bandar narkoba, melakukan perdagangan narkoba lewat Kak Rasul, sehingga semuanya harus melalui Kak Rasul dan dia yang mengurus semuanya," paparnya.

Dirinya kebetulan menjadi orang kepercayaan yang bertugas memberi uang kepada para sipir dan pimpinan Medaeng agar mereka meloloskan narkoba masuk Rutan. "Bahkan petugas Rutan Medaeng sendiri yang mengambil narkoba di luar Rutan dengan lokasi yang sudah kami tunjuk," ucapnya. (Ant/OL-5)

(Sumber:http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/211293/125/101/Koordinator_LSM_Eja_Pernah_Dagang_Narkoba_di_Rutan_Medaeng_)


0 comments :

Posting Komentar