Surabaya, eHealth. Dalam upaya pencegahan kasus HIV/AIDS serta pemantapan koordinasi mengenai Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terutama dari kalangan pengguna Narkoba maupun Penasun (Pengguna Narkoba Suntik), LSM East Java Action (EJA) yang merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang perlindungan terhadap korban NAPZA, mengunjungi Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk evaluasi kegiatan program kerja EJA, hari Kamis (2/9).

Koordinator sekaligus pendiri EJA, Rudhy Wedhasmara mengatakan, tujuan datang ke Dinkes Kota Surabaya yaitu untuk membahas pendampingan hukum, diskusi kelompok, pengembangan KIE, serta pendidikan bagi korban Penasun.

Dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas di Kota Surabaya yang memiliki sarana Poli PTRM, diantaranya adalah Puskesmas Manukan Kulon, Jagir, Dupak, Kali Rungkut, Tenggilis, dan Puskesmas Sawahan. Mereka saling bertukar pikiran mengenai program pelayanan terhadap Penasun yang terdapat di Puskesmas.


“Selain kita memberikan hak terhadap Penasun (memberikan pelayanan kesehatan, Red), diharapkan juga para Penasun diberikan pengetahuan mengenai kewajiban-kewajibannya seperti mentaati aturan yang diberlakukan untuk Penasun ketika di Puskesmas,” tukas Kapus Dupak, dr. Nurul Lailah saat memberikan saran kepada EJA selaku koordinator bagi korban NAPZA agar memberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai hak dan kewajiban bagi mereka.

Selain diberikan pelatihan-pelatihan, diharapkan peserta yang diberikan pelatihan tidak hanya orang yang sama, namun juga dapat merangkul mantan pengguna Narkoba yang lainnya, sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih merata. Tidak hanya itu saja, EJA juga diharapkan dapat menampung atau menerima saran, kendala, ataupun keluhan yang para korban NAPZA rasakan selama ini agar tidak tercipta kesenjangan.

Rudhy yang dulu juga sempat terjerumus dalam lembah hitam Narkoba ini mengharapkan adanya bantuan mengenai sarana penunjang dalam menyampaikan KIE kepada korban NAPZA, seperti adanya buku bacaan tentang bahaya Narkoba, serta media lainnya untuk bisa disampaikan kepada mereka.

Berikan Pendampingan terhadap Korban NAPZA

Memang, EJA yang didirikan oleh Rudhy Wedhasmara ini bertujuan untuk mendampingi mantan pecandu Narkoba dan korban NAPZA yang penuh dengan permasalahan terkait dampak dari penggunaan NAPZA, yakni mulai dari tidak adanya perlindungan hukum, termajinalkan oleh masyarakat, permasalahan kesehatan yakni berisiko besar terkena penyakit HIV/AIDS, Hepatitis, Over Dosis, dan Adiksi, sampai dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Namun, selama ini korban NAPZA belum mendapatkan pelayanan yang maksimal dikarenakan terbatasnya akses pelayanan kesehatan, biaya pelayanan kesehatan yang relatif mahal, dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan yang terkait dengan penggunaan NAPZA itu sendiri. Oleh karena itu, pada tahun 2009 Dinas Kesehatan Kota Surabaya mendirikan Poli PTRM di 6 Puskesmas di Kota Surabaya dengan maksud untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan akibat penggunaan Narkoba, khususnya lewat jarum suntik.(Ian)

(Sumber:http://www.surabaya-ehealth.org/berita/kunjungan-east-java-action-eja-ke-dinas-kesehatan-kota-surabaya)

0 comments :

Posting Komentar