TEMPO Interaktif, Surabaya - Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Coki Manurung berang dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur yang mengabulkan permohonan banding pengedar ekstasi Anton Raditya Pratama.
Padahal pada 16 Desember 2010, Anton divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya karena memiliki 400 butir ekstasi. "Hakim tidak mempertimbangkan alat bukti yang ditemukan polisi, kami kecewa," kata Coki seusai gelar perkara kasus tersebut di kantornya Selasa 29 Maret.


Gelar perkara itu dihadiri oleh akademisi, aktivis anti narkoba, ahli hukum dan para penyidik dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya. Dalam amar putusannya, majelis hakim pengadilan tinggi menyatakan bahwa Anton tidak terbukti sebagai pengedar tapi hanya pemakai. Karena itu hakim memerintahkan agar Anton menjalani rehabilitasi. Anton dinyatakan bebas pada 11 Maret 2011.

Hakim membebaskan Anton ialah akta notaris yang diajukan saksi bernama Feri Prawiro Husein. Akta notaris itu menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memasok ekstasi kepada Anton. Akta tersebut dibikin Feri di kantor notaris Ariyani SH di Jalan Ngagel Timur.

Padahal, saat membuat akta tersebut posisi Feri sebagai narapidana setelah divonis tujuh tahun penjara dalam perkara yang sama. "Kok bisa Feri mendatangi kantor notaris, padahal posisinya lagi dipenjara di Rutan Medaeng, Sidoarjo," kata Coki kesal.

Anggota Majelis Pertimbangan Daerah Ikatan Notaris Indonesia Surabaya, Nur Wahyuni akan mengecek pembuatan akta yang dilakukan Ariyani. Menurut Nur, kendati tidak dilarang namun membuatkan akta kepada narapidana kasus narkoba melanggar etika. "Kalau terbukti menyalahi etika, notariat itu bisa dikenai sanksi," kata Nur.

Tempo mencoba menghubungi nomor telepon kantor Ariyani. Yang pertama terdengar mesin penjawab bahwa telepon sedang digunakan. Saat kedua kalinya dihubungi, seorang perempuan yang mengaku sebagai staf di kantor notaris itu mengatakan bahwa Ariyani sedang menerima tamu. "Bu Ariyani masih banyak tamu," katanya.

KUKUH S WIBOWO

(Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/03/29/brk,20110329-323656,id.html)

0 comments :

Posting Komentar