Surabaya - Pernah masuk bui dalam kasus narkoba tahun 2006 tidak membuat M.Romli (34) kapok. Selepas keluar penjara, pria warga Jalan Perintis Utama II, Bulak Banteng itu malah jadi bandar narkoba. Kini, Romli harus mendekam di hotel prodeo lagi setelah tertangkap tangan membawa sabu-sabu.

"Tersangka kami amankan di kantin BCA Jalan Darmo," kata Kanit Idik II Satnarkoba
Polrestabes Surabaya, AKP Hendriyana, kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (23/7/2010).


Setelah ditangkap, kata Hendriyana, petugas menggeledah Romli. Saat digeledah, dari saku celana sebelah kiri, petugas menemukan bungkusan plastik yang setelah diteliti ternyata adalah sabu-sabu.

"Sabu-sabu itu seberat 5,3 gram," tambah mantan Kapolsek Tandes.


Hendriyana menceritakan bahwa Romli sebenarnya sudah diincar sejak lama. Melalui
undercover buy (penyamaran), Romli pun akhirnya bersedia bertransaksi. Saat itu
petugas meminta pesanan sabu-sabu sebanyak 5 gram. Tempat trannsaksi disepakati di BCA Jalan Darmo.

"Tersangka sebenarnya ingin uang pembelian ditransfer dulu baru barang diberikan,"
lanjut Hendriyana.

Tetapi petugas tidak mau. Petugas ngotot bahwa ada barang ada uang yang akhirnya
memaksa Romli untuk bertemu. Bank BCA dijadikan tempat transaksi karena Romli ingin petugas langsung mentransfer uang pembelian di depan matanya. Namun saat barang diserahkan, petugas langsung mengamankan Ramli yang berujung harus dipenjarakan Romli untuk kedua kalinya.

(Sumber:http://www.ceriwis.info/showthread.php?t=29229)

0 comments :

Posting Komentar