PORTALKRIMINAL.COM - SURABAYA:Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, khususnya Pidana Umum (Pidum) dalam setiap bulannya telah menerima 250 perkara atau berkas Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari kepolisian. Dari jumlah itu, terbanyak menerima perkara pencurian dan narkoba.

Kasi Pidum Kejari Surabaya Setyo Pranoto, di kantornya Surabaya, Selasa (15/3) mengatakan, rata-rata sebulan, Pidum menerima 200-250 perkara. Setelah menerima perkara ini, akan dilakukan tahap kedua yakni peneyerahan barang bukti dan tersangka.

“Kalau belum melakukan tahap kedua, maka perkara ini tidak bisa dilimpahkan lanhgsung ke persidangan,” ujarnya.


Dia menjelaskan, setelah tahap kedua sudah diselesaikan, maka perkara-perkara yang sudah dianggap P 21 atau lengkap pada tahap pertama sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan.

“Kepastian waktu tahap kedua tidak bisa ditentukan, kalau bukti-bukti dan tersangka sudah diterima dan dipenuhi maka perkara ini sudah siap dilimpahkan ke pengadilan. Kami dari kejaksaan hanya menerima berkas perkara saja, kalau semuanya lengkap, mulai tahap satu dan tahap kedua dinyatakan lengkap maka kami segera melimpahkannya,” tuturnya.

Setyo mencontohkan, salah satu perkara yang diterima Pidum, perkara Dokter Edward Armando, yang diduga melakukan aborsi di Jalan Dukuh Kupang Timur X/4 Surabaya ini, dalam waktu dekat akan segera memasuki persidangan di Pengadian Negeri (PN) Surabaya. Pasalnya, Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah masuk ke meja Pidana Umum Kejari Surabaya. (die)

(Sumber:http://portalkriminal.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11650:1853-setiap-bulan-kejari-surabaya-tangani-250-kasus-narkoba&catid=38:kriminal-daerah&Itemid=41)

0 comments :

Posting Komentar