Semua petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) diminta untuk lebih jeli mengamati bawaan pengunjung. Hal ini mengantisipasi peredaran narkoba di lingkungan Lapas.

“Jadi mulai kemarin semua kalapas se Jatim telah saya perintahkan untuk lebih memperketat barang bawaan pengunjung. Selain keluarga tak boleh bertemu dengan tahanan secara langsung,” tegas Kakanwil Kemenkumham Jatim, Mashudi, Rabu (16/3).

Selama ini Lapas menjadi tempat subur buat para pengedar narkoba karena Lapas adalah tempat bagi para pemakai narkoba yang sebelumnya diringkus polisi. Bahkan, tidak sedikit para penjahat yang tidak tersandung kasus narkoba juga seorang pemakai.


"Sangat sulit menghentikan seorang pemakai narkoba dan melepas kecanduannya. Apalagi di Lapas yang banyak penghuni dulunya pemakai. Makanya, peredaran narkoba di Lapas dijadikan lahan empuk bagi pengedar," ujarnya.

Tentang rehabilitasi di Lapas ia mengatakan upaya tersebut dirasa sangat sulit terwujud karena mahalnya biaya. "Anggarannya yang tidak ada. Bahkan kalau dihitung-hitung per harinya, biaya rehabilitasi per orang lebih mahal daripada mengambil gelar S-2," tuturnya.

Berdasarkan data di Badan Narkotika Provinsi Jawa Timur, per orang yang direhabilitasi membutuhkan dana Rp 60 ribu per harinya. Maka, per bulan bisa mencapai Rp1,8 juta. "Apalagi rehabilitasi tidak cukup sebulan-dua bulan. Ini sangat di luar kemampuan keuangan yang ada, jadi rasanya tidak mungkin," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketaatan dan kepatuhan petugas Lapas sangat dibutuhkan. "Kami pasti lebih tegas kepada petugas. Kalau sampai ada yang memberikan peluang atau bahkan sampai bekerja sama dengan pengunjung maupun narapidananya, maka pasti akan dipecat dan tidak ada toleransi lagi," tegasnya.

Sementara itu Kepala Rutan Klas I Surabaya Wahid Husen, mengatakan pihaknya selalu mengantisipasi dan melakukan upaya pencegahan masuknya narkoba yang dibawa dari pengunjung.
"Kami pasti meneliti dan menggeledah setiap barang bawaan. Tapi kami akui masih ada saja yang lolos, ini karena tidak adanya dukungan alat teknologi seperti metal detector atau alat canggih lainnya, serta kurangnya tenaga pendidik yang cukup," tuturnya.

Di samping itu, lanjut dia, pihaknya tidak akan segan-segan bertindak tegas terhadap petugas yang memberikan peluang atau malah bekerja sama dengan narapidana. "Kalau memang terbukti, kami usulkan ke pimpinan untuk berikutnya ditindaklanjuti," tuturnya. (red)

(Sumber:http://www.surabayakita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2214:tekan-peredaran-narkoba-selain-keluarga-dilarang-bezuk-tahanan&catid=25:peristiwa&Itemid=28)

0 comments :

Posting Komentar