Surabaya (beritajatim.com) - Dalam kurun waktu enam bulan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menerima pelimpahan perkara sebanyak 5.966 dan saat ini dalam proses persidangan. Sebanyak 85 persen adalah perkara narkotika. Sisanya adalah perkara perjudian, pencurian, pembunuhan dan perlindungan anak.

Asisten Pidana Umum (aspidum) Kejati jatim Agus Tri Handoko SH menyatakan, dalam penanganan pidana umum, selain perkara yang masuk dalam persidangan, juga ada 287 kasus yang dalam upaya hukum grasi. Di antaranya adalah bos pabrik ekstasi di Graha Family Surabaya, Hanky Gunawan yang divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung.


Sebelumnya di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Hanky divonis 15 tahun dari tuntutan mati yang diajukan JPU Muljono. Di tingkat Pengadilan Tinggi, Hanky divonis 18 tahun, sedangkan MA mengabulkan kasasi yang diajukan JPU, yakni hukuman mati.

Sampai saat ini, Kejati belum melakukan eksekusi terhadap Hanky karena yang bersangkutan masih mengajukan grasi ke Presiden. Grasi inilah yang menjadi kendala, sebab dalam UU tidak diatur batas maksimal pengajuan grasi.

“Makanya kita belum bisa mengeksekusi kasus-kasus yang masih dalam pengajuan grasi,” tegas Agus. [ted/but]

(Sumber:http://m.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum&Kriminal/2011-06-24/104233/2/85%20Persen%20Perkara%20di%20Jatim%20adalah%20Narkoba?kanal=4&article=&tgl=2011-06-24&newsid=104233&addkomentar&)

0 comments :

Posting Komentar