SURABAYA (suarakawan.com) – Prihatin dengan nasib pecandu narkoba yang semakin meningkat di Jatim puluhan aktifis pecandu Narkoba yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Napza, Minggu (26/06) berunjuk rasa dalam peringatan Hari Antinarkoba Sedunia.

Aktivis itu dari beberapa elemen yaitu East Java Community, Orbit Jatim, Mejacom Jagir, Metado Tretment Center di depan Grahadi Surabaya.

Sejumlah pecandu juga turut ikut dalam unjuk rasa tersebut. Mereka menuntut pemerintah menegaskan bahwa pecandu bukanlah seorang kriminal, melainkan hanya korban semata akibat beredarnya barang-barang haram tersebut.


Koordinator aksi Rudi saat ditemui usai demo di depan grahadi mengatakan aksi ini digelar untuk mengkritik pemerintah yang saat ini lamban dalam penanganan kasus narkoba khususnya bagi para pecandu narkoba.

“Saat ini pemerintah telah gagal dalam memberikan perlindungan kepada pecandu narkoba,” tuturnya.

Menurut data dari Orbit mencatat saat ini masih banyak sekitar 700 lebih pecandu napza umum, dan pecandu napza menggunakan jarum suntik sebanyak 27.000 pecandu.

“Jadi saat ini mendesak ke pemerintah untuk secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap pengguna narkoba,” tuturnya.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta kepada pemerintah agar hak-hak para pecandu lebih diperhatikan, terutama perihal rehabilitasi. (aca/nas)

(Sumber:http://suarakawan.com/2011/06/26/peringati-hani-sedunia-puluhan-pecandu-napza-gelar-aksi-damai-di-grahadi/)

0 comments :

Posting Komentar