SURABAYA, kabarbisnis.com: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyatakan, selama periode Januari-Mei, telah ada 375 berkas perkara narkoba yang ditangani. "Jika dirata-rata per bulan, kami menerima setidaknya 75 perkara narkoba yang dilimpahkan oleh pihak kepolisian," ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Surabaya Setyo Pranoto, dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/6/2011).


Dia mengatakan, selama ini, perkara narkoba menjadi salah satu perkara yang paling tinggi di Kejari Surabaya. "Setiap bulannya, dari seluruh perkara yang telah kami tangani, sekitar 30 persennya adalah perkara narkoba," katanya.

Data itu memperlihatkan bahwa perkara narkoba cukup mendominasi total perkara di Kejari Surabaya. Sedangkan sisanya berupa tindakan kejahatan lain, seperti pencurian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), trafficking atau perdagangan manusia.

Berbagai barang haram yang telah menjadi barang bukti, meliputi sabu-sabu, ganja, ineks yang semuanya telah diamankan.

"Setidaknya dari barang bukti narkoba yang mampu kami amankan, jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah," tuturnya

Melihat makin maraknya peredaran narkoba di Surabaya, pihaknya berjanji akan lebih ketat lagi di dalam memberikan penindakan yang tegas dalam memvonis para para pelakunya. "Dari segi hukuman, kami juga banyak menuntut mereka para penjahat narkoba dengan tuntutan yang lebih berat lagi," tegas Setyo.

Pada Januari hingga Maret, Kejari Surabaya juga telah membakar barang bukti (BB) narkoba yang mencapai miliaran rupiah. Barang bukti itu diperoleh dari 146 perkara. Berbagai macam narkoba yang dimusnahkan oleh Kejari Surabaya pada waktu itu, antara lain adalah sabu-sabu seberat 5272 gram, pil ekstasi sebanyak 1/044 butir, pil double L sebanyak 541 butir, pil Happy Five sebanyak 62 gram, pil Lexotan sebanyak 12 butir, pil Trihexy Phemidy, jamu dan obat keras. kbc3

(Sumber:http://www.kabarbisnis.com/read/2821213)

0 comments :

Posting Komentar