Dalam mengispirasi para pemimpin organisasi masyarakat sipil untuk mengembangkan sistem dan manajemen relawan dalam organisasi, HCPI (HIV Coorporation Program for Indonesia) pada divisi penguatan kelembagaan mengadakan pelatihan di Sanur, Bali, (18/8). Pelatihan ini di ikuti oleh sekitar 30 organisasi masyarakat sipil selama 2 hari.

Latar belakang pelatihan ini berdasar bahwa keberadaan relawan memegang peranan penting dalam kerja-kerja sosial dalam gerakan masyarakat sipil. Hal ini memiliki peranan penting dimana orang-orang yang secara sukarela mendedikasikan dirinya terhadap isu-isu kemanusiaan untuk bekerja secara tulus dalam meluangkan waktu, tenaga bahkan materi untuk kepentingan masyarakat.


Palupi Wijawanti selaku penanggungjawab kegiatan, mengatakan bahwa penyelenggaraan ini merupakan kegiatan lanjutan dari penguatan lembaga organisasi masyarakat sipil dalam menuju keberlangsungan. Kegiatan pelatihan ini memiliki tujuan untuk tempat berbaginya pengalaman pimpinan-pimpinan organisasi dalam pelibatan relawan di kerja-kerja organisasi masyarakat sipil.

“Pertemuan ini salah satunya akan membahas berbagi pengalaman mengenai prosedur teknis pengelolaan program relawan”, kata Palupi pada saat pembukaan. Sehingga diharapkan berbagi pengalaman ini dapat menginsipirasi pimpinan organisasi masyarakat sipil untuk memiliki ide pengembangan program-program berbasis relawan.

Pelatihan ini juga diisi oleh nara sumber antara lain dari Walhi DKI Jakarta, Rumah Cemara Bandung, PKBI Jogja, Bathesda Papua dan VSO (organisasi relawan). Pemateri ini antara lain menyampaikan tentang pelibatan relawan, pengalaman mengelola relawan dan mengembangkan organisasi berbasis relawan.

Salah satu pemateri, Yudi Wahyudi dari Rumah Cemara yang saat ini menjabat sebagai ketua divisi sumberdaya yang melingkupi kerja-kerja untuk mengelola relawan memberikan penjelasan teknis pengelolaan relawan dengan salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membentuk team relawan yang berasal dari multi profesi yang berasal dari Toga, Toma, Dokter, Akademisi, Praktisi, dll. Dalam paparannya yang berlangsung selama 45 menit, dia mengungkapkan untuk menunjang kemandirian relawan, Rumah Cemara menerapkan fundrising dengan berjualan karet gelang untuk mendukung kegiatan relawan. “Hanya sebesar 5000 perak”, ungkapnya di sela-sela memberikan materi, yang kemudian menekankan bahwa harga itu sangat terjangkau dimasyarakat.

Pada akhir kegiatan pelatihan, seluruh peserta di dorong untuk membuat perencanaan di masing-masing organisasi untuk dapat mengembangkan program relawan. Selain itu, untuk mendukung kegiatan, para pimpinan organisasi ini akan mendapatkan pelatihan advokasi anggaran yang akan direncanakan berlangsung pada bulan Desember tahun ini yang merupakan agenda lanjutan untuk mendukung keberlangsungan organisasi. RS


0 comments :

Posting Komentar