MANOKWARI – Sidang mantan Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Albert H. Torey yang tersangkut kasus narkoba di Pengadilan Negeri Manokwari, Senin (5/9) siang, berakhir ricuh.

Massa pendukung Torey meringsek masuk ke Kantor PN Manokwari yang berada tepat di depan Kejaksaan Manokwari, Papua Barat, dan langsung morobek spanduk yang dibawa pengunjuk rasa pengecam ‘bupati narkoba’. Sejumlah pendemo juga dipukul massa Torey di depan Kantor Kejaksaan Manokwari. Aksi unjuk rasa menuntut Torey digelar belasan warga di depan PN Manokwari siang kemarin sekitar pukul 11.30 WIT saat sidang sementara digelar. “Kami tidak terima perlakuan ini, kami mendesak Torey dihukum seberat beratnya,” kata koordinator pengunjuk rasa Appolo Korwam, Senin siang.
Dalam orasinya, pendemo menilai Torey telah melecehkan nama daerah karena menggunakan shabu. “Torey maupun Vivin tak layak diberi hukuman yang ringan. Selain itu, perbuatan terdakwa tidak pantas dilakukan terlebih dia seorang bupati,” kata Appolo.

Aksi baku hantam antara dua kelompok massa dibubarkan polisi yang tidak berada jauh dari lokasi kejadian. Beberapa pelaku diamankan kepolisian di Kantor Kejaksaan Manokwari.


Bersama istrinya, Torey dikenakan pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba. Torey ditangkap sekitar pukul 01.00 dini hari, Jumat 1 April 2011 lalu bersama barang bukti berupa dua paket shabu dengan berat 0,98 gram, tiga bong alat hisap, alumunium foil dan sebuah pemantik gas. “Kita serahkan masalah ini saja pada hukum, toh yang bersalah tetap akan dipenjara,” ujar Advokat Papua Barat, Zaenal Sukri.
Sidang Albert H Torey dan istri keduanya Vivin A Susilawati, Senin siang dipimpin Ketua Majelis Hakim Cita Savitri. Pada sidang pembelaan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Muhammad Sattu Pali, menyebut kasus Torey penuh intrik. “Kasus ini penuh rekayasa. Ini sengaja diungkap ke publik sesaat sebelum pelaksanaan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat dilaksanakan,” kata Sattu Pali.

Ia juga mempertanyakan status Nola, rekan Vivin, yang tidak ditangkap dalam penggerebekan unit anti Narkoba Polres Manokwari di rumah terdakwa kampung Inggramui, Distrik Manokwari Barat 1 April lalu. Saat itu, kata dia, Nola turut meracik narkoba yang dikonsumsi Torey dan istrinya Vivin. “Nola adalah tamu istri terdakwa. Mereka yang meracik narkoba yang akan dipakai terdakwa. Lalu mengapa Nola sama sekali tidak dihadirkan dalam persidangan ini,” ujar Sattu Pali.

Meski mengakui kliennya memakai narkoba, Pali membantah jika Torey adalah pecandu. Menurut Pali, terdakwa mengkonsumsi narkoba secara tidak sengaja. “Semua telah dipersiapkan oleh istrinya, Vivin Susilawati. Sehingga tidak benar jika Torey di cap dan dikenai pasal yang menyatakan telah memakai dan sengaja menyimpan narkoba golongan satu jenis shabu,” tegasnya.

Dalam pembelaannya, tim kuasa hukum menganggap JPU telah mengabaikan sejumlah keterangan saksi. Penasehat hukum juga menganggap terdakwa tidak layak dituntut satu tahun penjara melainkan cukup dititipkan di klinik atau panti rehabilitasi untuk memulihkan ketergantungan terhadap penggunaan narkoba. Sidang Torey akan dilanjutkan 12 September 2011 mendatang. (jer/don/l03)

(Sumber:http://bintangpapua.com/headline/14186-sidang-bupati-narkoba-ricuh)

0 comments :

Posting Komentar