KOTA MADIUN - Klinik Program Terapi Rumatan Methadone (PTRM) RSUD dr Soedono Madiun adalah pelayanan terapi peralihan yang disediakan bagi para pecandu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) jenis suntik di wilayah Madiun dan sekitarnya. Methadone adalah program terapi pengalihan konsumsi Napza suntik yang lebih aman dengan cara meminumnya.

Saat ini, klinik yang diresmikan pada 21 Mei 2010 itu membuka layanan dari pukul 08.00-11.00 WIB setiap harinya dipastikan sepi pasien. Tercatat hanya tujuh nama yang masuk daftar pasien klinik pecandu narkoba tersebut. Padahal, sosialisasi layanan ini telah banyak dilakukan pihak klinik sendiri.


Menurut Rivia (30), tenaga administrasi klinik tersebut, "Ada pasien yang mengakses layanan ini, namun hanya segelintir orang saja, yang berasal dari wilayah Madiun. Itu pun hanya sesekali saja, bukan terapi yang merupakan program dari klinik kita," Selasa (15/11).

Sementara itu, William Barnix (39), Koordinator Madiun Drug User Assosiation (MADAT), sebuah organisasi yang mewadahi para pecandu dan mantan pecandu di wilayah Madiun, menerangkan, sepinya layanan Rumatan Methadone itu karena para pecandu itu takut keamanan identitas mereka dan data sebaran pecandu yang mengada-ada.

"Selain faktor keamanan, jumlah sebaran pecandu tembus angka ratusan orang itu awu-awu (bohong-red)," terang laki-laki keturunan Belanda ini, saat berkunjung ke rumah @dakita.com, Selasa (15/11).

Dia juga menilai klinik PTRM merupakan proyek sia-sia. " Ibarat orang jualan, klinik PTRM ini bangkut dan rugi besar," tambahnya.

Sementara itu, dr Edy Priambodo Sp.Pd, penanggung jawab klinik tersebut, sampai berita ini diunggah belum bisa memberikan keterangan karena padatnya kegiatannya.(prasjiwo)

(Sumber:http://adakita.com/article-352-klinik-ptrm-soedono-bangkrut.html)

0 comments :

Posting Komentar