Semarang (ANTARA) - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Sihabudin, menyatakan, narapidana kasus penyalahgunaan narkoba yang diketahui sebagai pemakai akan dimasukkan ke panti rehabilitasi.

"Payung hukum mengenai hal tersebut sudah ada di antaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dan UU No 35/2009 tentang Narkotika," kata Sihabudin di Semarang, Jumat.

Hal tersebut diungkapkan Sihabudin usai serah terima jabatan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah dari pejabat lama Widi Asmoro kepada pejabat baru Irsyad Bustaman di Kantor Kanwil Kemkumham Jateng di Jalan dr Cipto Semarang.

Ia mengungkapkan, permasalahan nasional saat ini terkait dengan lembaga pemasyarakatan adalah jumlah napi dan tahanan di penjara yang melebih kapasitas serta masalah penanganan penyalahgunaan narkoba.

Menurut dia, dimasukkannya napi kasus narkoba yang diketahui sebagai pemakai narkoba ke panti rehabilitasi itu merupakan salah satu solusi permasalahan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas lapas.

"Penerapan panti rehabilitasi mana yang akan dipilih untuk para napi pemakai narkoba itu dapat diatur kemudian," ujarnya.

Psikolog dari Universitas Diponegoro Semarang Hastaning Sakti mengatakan bahwa dalam penanganan kasus narkoba harus dibedakan antara pemakai dan pengedar.

"Pengedar narkoba dapat diberikan hukuman agar jera, sedangkan untuk pengguna perlu dilakukan pendekatan yang lebih humanis," katanya.

Menurut dia, dengan pendekatan humanis terhadap para pemakai narkoba dapat dilanjutkan dengan solusi yang lain seperti rehabilitasi yang dapat melindungi secara hukum.

Koordinator Divisi Penelitian dan Pengembangan Pergerakan Reformasi Kebijakan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Performa) Jawa Tengah Ira Hapsari menganggap bahwa yang terpenting dalam menangani pemakai narkoba adalah rehabilitasi bukan pemenjaraan.

"Pemakai narkoba sebaiknya diposisikan sebagai korban sehingga rehabilitasi menjadi solusi utama bila mereka harus melalui proses hukum," ujarnya.

(Sumber:http://id.berita.yahoo.com/dirjen-napi-pemakai-narkoba-dimasukkan-panti-rehabilitasi-094222333.html)

4 comments :

Anonim mengatakan...

kira2 kapan yah bisa dilaksanakan?teman sy di rutan salemba yg putus 4th 3bl sdh menjalani 1th 6bln skrg sdh direhab!

EJA mengatakan...

Berharap untuk dapat secepatnya diimplementasikan,,

Anonim mengatakan...

kapan napi pemakai akan dipindah ke rehab s/d hari ini sdh 7 bulan sejak di beritakan media belum ada kabar kelanjutannya? trims

EJA mengatakan...

Sepengetahuan kami berita ini masih dalam tahap perencanaan dan kajian oleh berbagai pihak. Selain itu, regulasinya tidak cukup berpayung pada UU Narkotika ataupun UU Pemasyarakatan saja, melainkan aturan turunan dari aturan2 yang ada, baik di dalamnya dari kemenkumham maupun melibatkan intitusi penegak hukum/terkait lainnya. Info terakhir yang belum diketahui sampai sejauh mana progresnya adalah adanya usulan MoU yang melibatkan APH, BNN, Kemenkes-sos mengenai hal ini.

Posting Komentar