Surabaya - Dalam mengetahui perkembangan mitra kerjasamanya, HIV Coorporation Program for Indonesia (HCPI) dengan diwakili team bagian Harm Reduction mengunjungi sekretariat EJA (3/6). Kunjungan yang bersifat sidak ini selain untuk mengetahui perkembangan program-program yang dijalankan, sekaligus untuk memulai perencanaan agenda pendidikan korban Napza dan upaya mendorong kebijakan publik Napza tingkat lokal yang lebih humanis. 

Kesepakatan yang telah disepakti kedua belah pihak ini telah dimulai sejak awal bulan Juni 2012 yang merupakan tahun ke-4 program dengan mengusung agenda besar melalui rangkaian pendidikan hukum komunitas korban Napza di 3 kota/kabupaten di Jawa Timur, upaya pengalihan penanganan Napza dan upaya mendorong kebijakan lokal terkait Napza. Menurut Adi Christianto selaku divisi advokasi EJA mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat perencanaan strategis yang telah dituangkan di rencana kerja kegiatan bulanan. Menurutnya perencanaan yang matang akan dapat mengatur ritme kinerja organisasi, termasuk indikator hasil yang akan di harapkan. 

“Kami telah merinci kerja-kerja organisasi baik yang didukung mitra kerjasama maupun yang tidak sesuai garis idealisme organisasi” ungkapnya. Kris panggilan akrabnya menambahkan bahwa dengan adanya dukungan kemitraan ini akan semakin mempermudah upaya-upaya dalam menjalankan misi organisasi untuk mencapai visinya. Dia menuturkan ada atau tidak adanya dukungan dari mitra kerjasama, EJA dalam menjalankan organisasi tetap bekerja seperti biasanya. Pasalnya, EJA sudah membuktikan hal ini dengan menunjukan keberadaan organisasi ini bisa dimanfaatkan oleh komunitas, meski tidak ada dukungan dari mitra kerjasama sama sekali.

Kris yang sampai dengan saat ini juga menjadi peserta terapi Methadone menjelaskan untuk upaya kemandirian organisasi, EJA di dalam rencana strategisnya akan membangun kelompok usaha bersama diberbagai bidang untuk memberikan dukungan pada jalannya roda organisasi. Salah satu usaha itu akan didirikan di salah satu tempat pertokoan di daerah Sidoarjo. Lulusan Sarjana Ekonomi UPN Surabaya ini juga menambahkan pada beberapa bidang program di organisasi juga akan di tarik tingkatannya menjadi layanan profesional. “Salah satu tujuan kami adalah keberadaan organisasi ini ada dan manfaatnya bisa dirasakan oleh korban Napza, karena kami merupakan bagian dari mereka”, tegasnya. (AA)

0 comments :

Posting Komentar