Adi Christianto di Pertemuan Diskusi Publik
Surabaya – Dalam memberikan ruang kepada publik untuk pemahaman secara terbuka tentang ketergantungan Napza dan terapi rumatan metadhone. East Java Action (EJA) menyelenggarakan kegiatan diskusi publik di Hotel Fortuna (9/8) yang merupakan dukungan UNODC Indonesia. Menurut Adi Chrisionto selaku divisi advokasi EJA mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan agar informasi yang utuh mengenai rumatan metadhone sebagai salah satu alternatif penanggulangan ketergantungan Napza suntik dapat diterima di masyarakat. Sehingga diharapkan dapat mengajak masyarakat berperan serta aktif dalam penanggulangan permasalahan Napza.

Pertemuan yang di hadiri oleh nara sumber dari RS Jiwa Menur yang menyelenggarakan Program Terapi Rumatan Metadhone (PTRM) di dukung pula dari Yakita Jawa Timur dan Yayasan Orbit yang menjelaskan persoalan ketergantungan Napza dan pendampingan para korban. Kegiatan yang diikuti lebih dari 50 orang ini berasal dari mahasiswa, pelajar, karang taruna dan ibu-ibu PKK di kota Surabaya.

Menurut Kris sapaan akrabnya bahwa selama ini para pelaku program penanggulangan Napza dan HIV lebih banyak mengkonsentrasikan informasi pada masyarakat resiko tinggi itu sendiri yakni pecandu Napza suntik, sementara di stuktur masyarakat yang lebih luas informasi ini diberikan sepotong-potong. Hal ini yang menurutnya dukungan masyarakat terhadap persoalan Napza belum terlihat signifikan, pasalnya stigma dan diskriminasi yang diperoleh pengguna Napza suntik kerap ditemui dalam kesehariannya. “Ini menjadi salah satu bagian kampanye kami agar masyarakat memahami aspek lain dari ketergantungan Napza dan mendukung PTRM sebagai salah satu model terapi ketergantungan napza” ungkapnya. (RS)

1 comments :

nomad mengatakan...

Kami wong plembang sahabat-sahabat yg tergabung di the korbans sangat mengapresiasi sahabat-sahabat di EJA yang selalu memberikan motivasi juga menginspirasi kami.

SEMOGA THE KORBANS TIDAK LAMA LAGI AKAN SEPERTI EJA

Salam
nomad-the korbans-

Posting Komentar