Surabaya – Menyikapi kenaikan tarif retribusi Metadon, EJA Surabaya melakukan penjajakan kemampuan daya beli klien Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) dengan kerjasama komunitas MTC Soetomo dan MMC Menur. 

Penjajakan ini menurut Abdul Aziz merupakan upaya tindaklanjut dari pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur beserta jajarannya. Menurut dia, dalam pertemuan itu salah satu rekomendasinya untuk mengetahui kemampuan ekonomi diperlukan penjajakan terhadap seluruh klien PTRM. 

“Ini salah satu usulan ibu Kadinkes agar hasilnya dapat disampaikan kepada pihak direktur rumah sakit” ungkapnya.

Hal ini disarankan karena hasil dari pertemuan bahwa Dinas Kesehatan dengan pihak rumah sakit hanya bersifat memfasilitasi dengan dasar ketentuan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Aziz yang saat ini menjadi koordinator EJA Surabaya mengatakan release hasil penjajakan di sampaikan pertama kali, Selasa (22/1) ke Riza Sarasvita, PhD selaku Kepala Subdit Napza Kementrian Kesehatan yang melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur. Release yang disampaikan di kantor Yayasan Orbit dihadiri sekitar tiga puluh orang yang berasal dari lima perwakilan komunitas Metadon dan Buprenorphin di Surabaya.

Menurutnya, hasil ini akan dipublikasikan dan menjadi bagian alat advokasi penurunan tarif ke berbagai pihak pengambil kebijakan, terutama pihak rumah sakit. Pasalnya, dari data ini diketahui pendapatan penghasilan dan pengeluaran biaya hidup klien, termasuk beban setiap mengakses layanan Metadon.

 "Biaya setiap kali akses layanan Metadon mengurangi jatah pengeluaran biaya pokok hidup sehari-harinya” jelasnya.

Aziz menegaskan dari data ini tentu akan memberatkan ekonomi klien yang dimungkinkan terjadi pola perubahan perilaku yang berdampak atas keberhasilan terapi ini. Dia menambahkan sudah ditemukan kasus ketidakpatuhan minum, pindah ke layanan terapi lainnya dan bahkan drop out dari layanan untuk mengkonsumsi Napza lagi atas situasi ini.

Pola ini menurutnya sangat mengkhawatirkan, dia berharap persoalan kenaikan tarif ini menjadi perhatian semua pihak untuk dapat mengatasi pemecahan masalahnya. Dia menambahkan bila persoalan ditingkat provinsi ini tidak terselesaikan, maka dapat merambah ke otonomi daerah kota dan kabupaten yang juga memiliki potensi mengalami kenaikan tarif.

Sesuai pemberitaaan sebelumnya bahwa terhitung bulan Agustus 2012 layanan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di RSUD dr. Soetomo Surabaya terjadi kenaikan tarif yang semula Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 setiap kali akses. Kenaikan ini diikuti oleh PTRM RS Jiwa Menur pada bulan Februari 2013 mendatang di harga yang sama.

Metadon merupakan sejenis sintetik opioid yang secara medis digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri), antitusif (pereda batuk) dan sebagai terapi rumatan pada pasien dengan ketergantungan opioid yang mengharuskan di konsumsi setiap hari.

Terapi Metadon tercatat hingga Desember 2012 tersedia di 77 klinik yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia dengan jumlah klien kurang lebih 2.500 orang. Tujuan terapi ini untuk menurunkan pemakaian Napza suntik, mencegah penularan penyakit melalui darah seperti HIV/AIDS, Hepatitis B dan C dengan cara mengurangi pemakaian obat melalui suntikan dan bertukar jarum suntik serta membantu orang yang ketergantungan obat mencapai keadaan bebas obat dengan cara detoksifikasi dan meningkatkan kualitas hidupnya. (R5)

0 comments :

Posting Komentar