suarasurabaya.net - Cak Rosul, pria bertubuh gempal pendek asli Madura ini, pernah menjadi "legenda" di salah satu Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba yang ada di Jawa Timur. 

Sebagai legenda narkoba, saat itu, Cak Rosul memang menempati salah satu sel di Blok F, sebuah blok paling belakang di penjara itu. Sebagai legenda narkoba, Cak Rosul sebenarnya bukan terpidana narkoba. Merampok nasabah bank adalah kejahatan yang mengantarkannya masuk penjara. 

Beberapa mantan napi menyebutnya sebagai pria yang sangat ditakuti. Bahkan Cak Rosul adalah satu-satunya sosok yang mengendalikan peredaran narkoba di dalam penjara itu. 

Meski begitu, bukan berarti dia adalah bandar besar. Dia hanya "makelar", perantara dari sekitar lima bandar yang saat itu mendekam di blok yang sama. "Para bandar takut pada Cak Rosul," kata Nyonyo, sebut saja begitu, bekas napi yang pernah menjadi tahanan pendamping (taping) di blok itu.

Saat itu, cerita Nyonyo, sekitar tahun 2004, Cak Rosul adalah sang penentu bagaimana para bandar bisa menjalankan bisnis narkoba. Melalui tangannyalah, para bandar bisa menjalankan bisnis dengan aman.

Caranya, seluruh barang yang masuk maupun keluar penjara, haruslah melalui tangan Cak Rosul. Nyonyo yang kala itu menjadi tangan kanan Cak Rosul menuturkan, tiap hari, lima bandar yang ada di Rutan itu memasukkan sekitar 3 ons sabu-sabu. "Saya selalu dapat tugas memilah sabu-sabu. Saya ketuk pelan-pelan dengan besi, mana yang kualitas bagus dan keras, dan mana yang jelek," kata dia.

Barang sebesar itu, tutur Nyonyo, masuk melalui bapak-bapakan, sebutan lain untuk seorang sipir yang membantu memasukkan sabu-sabu ke dalam lapas.

Sabu-sabu yang masuk, oleh Cak Rojul lantas dibagikan pada beberapa anak buahnya untuk dijual ke seluruh blok yang ada di dalam penjara. "Tiap pagi saya yang bagi sabu, dan sore jam 16.00 saya yang merekap, berapa yang laku dan yang kembali. Cak Rosul tidak bisa membaca, tahunya hanya angka-angka," kata Nyonyo.

Hasil dari penjualan ini, lantas dibagikan pada bandar yang ada di dalam Rutan itu. Tiap hari, Nyonyo mengaku mendapatkan uang sekitar Rp 10-15 juta dari penjualan sabu-sabu di dalam Rutan.

Nyonyo juga yang bertugas untuk membagi aneka pungutan yang dilakukan oleh para sipir. Menurut dia, tiap sipir saat itu mendapatkan jatah Rp 20 ribu perhari. "Tiap minggu saya juga setor ke beberapa orang di dalam (Rutan), Rp 2-3 juta. Semua saya catat saya sampaikan ke Cak Rosul," kata dia.

Jika ada pembeli dari luar rutan, maka para bandar yang mengatur pembelian, dan Nyonyo atas sepengetahuan Cak Rosul yang menitipkan barang itu melalui sipir yang bisa disuap sebagai pengantar barang.

Begitupun jika barang di dalam sudah habis, maka, Nyonyo ini yang meminta para bandar untuk memesan dan lantas barang akan masuk melalui sipir ini.

Legenda Cak Rosul, kata Nyonyo, menghilang bersama keluarnya sang jagoan dari penjara pada pertengahan 2006. "Sekitar seminggu setelah dia keluar, Cak Rosul ditembak mati polisi karena kembali merampok nasabah bank," ujar Nyonyo.

Legenda Cak Rosul, dibenarkan oleh Prapto, sebut saja begitu, salah satu teman Nyonyo yang juga pernah mendekam di penjara karena mengkonsumsi putau.

Joko, salah satu bandar besar yang pada 2004-2006 juga pernah satu penjara, membenarkan kisah sang legenda. Ditemui di tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Joko yang baru saja ditangkap ini mengatakan, Cak Rosul adalah tetangga sekaligus temannya. "Saya kenal dia saat di penjara tahun 2004-2006," kata Joko yang ketika minggu lalu ditangkap BNNP, memiliki aset dari bisnis narkoba mencapai Rp 30 miliar ini.

Agus Irianto, BC.IP,SH,Msi, Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya, membenarkan perilaku kotor para tahanan di tahun 2004an itu. ”Kita tahu lah dimasa lalu, kabar-kabar soal petugas yang ikut main mata dengan tahanan, bekerjasama, atau ikut terlibat, itu sudah bukan rahasia lagi. Meskipun itu juga terjadi di semua institusi tapi untuk di rutan Medaeng ini, saya ingin berantas itu”, tegasnya. (tim)

Teks Foto: - Blok F adalah blok tahanan khusus narkoba di Rutan Medaeng. Blok ini sempat membuat heboh tahun 2007 lantaran ditemukan pabrik sabu-sabu di sana. Foto ini diambil pada Mei 2008 lalu.
Foto: Dok. suarasurabaya.net

(Sumber:http://www.suarasurabaya.net/fokus/3/2013/115881-Cak-Rosul,-Legenda-di-Balik-Penjara )

0 comments :

Posting Komentar