suarasurabaya.net - Merasa diperlakukan tidak adil dan dijadikan automatic teller machine (ATM), yang sewaktu-waktu dapat dimintai uang, puluhan pecandu narkotika Selasa (25/6/2013) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Membentangkan spanduk dan membagikan pernyataan sikapnya kepada pengguna jalan yang melintas kawasan Jl. A. Yani, massa aksi yang sebagian besar adalah anak muda ini menuntut aparat hukum memperlakukan mereka secara adil.

 “Sudah lazim, dan diketahui masyarakat luas, bahwa para pengguna narkoba saat ditangkap Polisi itu artinya mereka akan dijadikan ATM. Setiap waktu mereka dimintai uang. Ini tidak benar, ada hukum yang harus ditegakkan,” kata Abdul Azis koordinator aksi.

Tidak hanya dijadikan ATM atau mesin uang, para pengguna narkoba yang tertangkap biasanya langsung dijeboskan dalam lembaga pemasyarakatan. Vonis yang mereka terima 90 persen adalah penjara bukan rehabilitasi.

“Sehingga tidak menutup kemungkinan juga mereka ini akan menjadi ‘sapi perahan’ para petugas hukum, seumur hidup mereka,” lanjut Azis. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, sampai dengan tahun 2013 tercatat sekurangnya 25.009 orang korban pengguna narkotika yang berada didalam berbagai lembaga pemasyarakatan.

Oleh karena itu, massa aksi yang menjadi bagian dari Persaudaraan Korban Napza Indonesia, dan Selasa (25/6/2013) secara serentak mengelar aksi diberbagai kota di Indonesia, dan di Jawa Timur dikoordinasikan oleh East Java Action (EJA), dipusatkan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dengan tuntutan diantaranya, menuntut pemerintah segera mengakhiri kriminalisasi dan hukuman bagi pengguna narkotika, menuntut penerapan Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) terkait penempatan pecandu narkotika dalam rehabilitasi medis dan sosial sesegera mungkin.

 “Kami juga menuntut dikeluarkannya Peraturan Kepala Polisi Republik Indonesia tentang penyalahgunaan serta penanganan narkotika dan HIV&AIDS. Pemerintah dalam hal ini perlu meningkatkan pemahaman terkait stigma dandiskriminasi pada pengguna narkotika,” tegas Abdul Azis pada suarasurabaya.net.

Usai menyuarakan tuntutannya, massa aksi yang merupakan gabungan sekurangnya 6 organisasi atau kelompok korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif berbahaya (Napza) bergerak meninggalkan halaman kantor Kejati Jawa Timur di kawasan Jl. Ahmad Yani, Surabaya.(tok/fik)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2013/120926-Dijadikan-ATM,-Pengguna-Narkoba-Datangi-Kejati-Jatim

0 comments :

Posting Komentar