SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan massa yang tergabung dalam Persaudaraan Korban Napza Indonesia menggelar aksi simpati di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (25/6/2013).

Mereka mendesak aparat penegak hukum mengakhiri bentuk kriminalisasi kepada pengguna narkoba. Hukuman penjara, kata pendemo, tidak efektif mengentaskan pecandu dari belenggu narkoba.

 "Justru mereka akan semakin memiliki banyak jaringan memperoleh narkoba, karena terbukti, penjara justru tempat paling aman untuk mengonsumsi dan bertransaksi narkoba," kata korlap aksi, Abdul Azis.

Tidak hanya itu, kata dia, ada indikasi justru pengguna narkoba menjadi "sapi perah" bagi aparat penegak hukum agar mereka terbebas dari jerat tindak pidana. Karena itu, Azis menuntut perubahan hukum, serta kebijakan yang berpihak kepada orang yang menggunakan narkotika.

Dia mendesak pemerintah menyediakan layanan kesehatan berupa pusat rehabilitasi yang memadai bagi para korban narkoba. "Ketidakmampuan negara menyediakan layanan kesehatan bagi pengguna narkotika merupakan bentuk pelanggaran HAM!" tegas Azis.

Dalam aksinya, massa menggelar sejumlah poster di antaranya bertuliskan, "Dukung! Jangan Menghukum!", dan "Jaksa Masuk Neraka! Eksekusi Pidana Pecandu Korban Napza!".

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/06/25/1747056/Korban.Napza.Stop.Kriminalisasi.Pengguna.Narkoba

0 comments :

Posting Komentar