Surabaya (Antara Jatim) - Massa yang tergabung dalam Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) menggelar unjuk rasa menuntut pengguna narkoba untuk dihukum rehabilitasi, bukan hukuman penjara seperti yang selama ini terjadi.

"Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengakhiri kriminalisasi dan hukuman bagi pengguna narkoba. Alasannya, agar pecandu bisa sembuh setelah menjalani proses hukum," ujar Koordinator Aksi, Abdul Aziz, di sela unjuk rasa di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jatim di Surabaya, Selasa.

Dalam aksinya, massa yang terdiri dari sejumlah elemen serta beberapa pecandu dan mantan pengguna narkoba itu memprotes hukuman yang diberikan seperti selama ini.
 

Menurut dia, meski dinyatakan bersalah di mata hukum, namun pengguna narkoba juga merupakan korban, apalagi UU Narkotika sebenarnya memberi kemungkinan itu.

Aziz juga menjelaskan pihaknya menuntut Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 002/A/JA/02/2013 dengan petunjuk teknis Surat Edaran Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAMPIDUM) No.B 01/E/EJP/02/2013 yang secara terstruktur mengatur dengan jelas terkait penempatan pecandu narkotika dalam rehabilitasi medis dan/rehabilitasi sosial agar diterapkan sesegera mungkin.

"Kami sangat berharap penempatan pecandu ke rehabilitasi, baik medis maupun sosial dilaksanakan. Apalagi sudah ada aturan yang menjelaskannya," kata dia. Selanjutnya, massa juga menuntut segera dikeluarkannya Peraturan Kepala Polisi Republik Indonesia tentang Penyalahgunaan serta Penanganan Narkotika dan HIV/AIDS.

Tidak hanya itu saja, massa juga menuntut agar pemerintah meningkatkan upaya penanggulangan dampak buruk penggunaan narkotika berbasis bukti dan program yang efektif bagi mereka yang mengalami masalah dengan penggunaan narkotika, seperti terapi, substitusi dan alat suntik steril.

"Kami juga menuntut pemerintah meningkatkan pemahaman yang lebih baik serta menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pengguna narkotika," katanya.

Dalam aksinya, massa juga membentangkan spanduk berisi tuntutan terhadap pemerintah maupun aparat agar tidak semakin menjerumuskan pengguna narkoba dengan memenjarakannya, sebab tidak menutup kemungkinan berada di penjara tanpa rehabilitasi semakin membuat pecandu tidak sembuh.

"Ini adalah waktu untuk memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan bagi pengguna napza, keluarga dan komunitas mereka," katanya. Sementara itu, Aziz merinci sampai saat ini masih banyak para korban Napza di Indonesia yang mendapat vonis penjara hingga 90 persen, bukan rehabilitasi.

 "Penjara malah membuat mereka menjadi sasaran aparat penegak hukum yang terus menguras uang mereka, misalnya kalau mau bebas harus membayar sekian," katanya. (*)

Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/112833/massa-tuntut-pengguna-narkoba-dihukum-rehabilitasi

0 comments :

Posting Komentar