Surabayanews.co.id - Peredaran narkotika di wilayah penegak hukum semakin menuai kritik dari pengamat maupun aktivis narkoba di Jawa Timur. Salah satu pengamat yang pernah mengadakan penelitian peredaran zat psikotropika menyatakan, diantara lima Rutan, Rutan Madiun menjadi Rutan paling berpotensi sebagai kawasan bebas peredaran jual beli narkoba. 

Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang psikotropika seakan sia-sia jika peredaran narkoba justru bertumbuh subur dibalik jeruji penjara. Kasus ini pernah terjadi juga pada 13 Desember 2013, yakni penemuan tiga tahanan rutan Polrestabes Surabaya di dalam rutan dengan narkoba seberat 1,63 gram.

Menurut survei selama 14 tahun terakhir, pengamat narkoba di Jawa Timur, Dedy Prasetyo yang juga mantan anggota komisi C DPRD Surabaya periode 2009-2014. Ditemukan sekitar 60 kasus lebih yang beredar di Jawa Timur terutama di lima rutan di Jawa Timur. Misal untuk Lapas Porong setiap harinya dipastikan sirkulasi peredaran narkoba mencapai 100 gram, Lapas Madiun dengan 100 gram per hari, Lapas Medaeng sebanyak 50 gram per harinya dan Lapas Pamekasan seberat 10 gram per hari.

“Satu-satunya teknis rehabilitas peredaran narkoba adalah memisahkan lokasi Lapas khusus untuk tersangka pengedar narkoba itu,” kata Dedy Prasetyo, pengamat peredaran narkoba Jawa Timur. Tedapat lima jaringan mafia yang saat ini masih bebas beroperasi tanpa sebuah penindakan tegas dari kepolisan.

Dedy menduga bahwa tubuh kepolisian pun ikut terlibat dalam kasus ini, satu-satunya cara yakni memperketat prosedur pembesukan. (yud/rid)

Sumber: http://surabayanews.co.id/2014/11/07/5167/tiap-hari-100-gram-narkoba-beredar-bebas-di-lapas.html

0 comments :

Posting Komentar