video

Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menolak jika diberlakukan larangan total penjualan minuman beralkohol atau minuman keras (miras) di ibu kota.

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan larangan penjualan minuman keras di Jakarta justru akan memicu bertumbuhnya pasar gelap. Pasar gelap nantinya akan membuat Pemprov DKI kesulitan melakukan pengawasan dan kontrol terhadap para konsumen minuman keras.

Selain itu, bila alkohol dilarang, pabrik alkohol terancam tutup dan akan membuat potensi praktik penyelundupan minuman alkohol dari luar negeri.

Oleh karena itu, menurut Ahok, sebenarnya pembatasan minuman beralkohol cukup dilakukan dengan pembatasan usia pembeli yang harus berusia minimal 21 tahun "Kalau lihat datanya di Amerika dulu, ketika dilarang justru terjadilah pasar gelap, pasar gelap lebih konyol, dan kita enggak bisa kontrol pabrik-pabrik," kata Ahok.

"Kalau dibatasin hanya umur 21 yang bisa beli, ini kita akan tahu siapa yang beli dan secara otomatis akan menurunkan angka kriminalistas," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melarang penjualan minuman beralkohol di bawah 5 persen dijual di minimarket. Penjualan minuman beralkohol golongan A hanya boleh dilakukan oleh supermarket atau hipermarket. Peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol ditandatangani pada 16 Januari 2015.

Sumber:http://www.beritasatu.com/megapolitan/244310-video-ahok-nilai-larangan-total-penjualan-miras-justru-ciptakan-pasar-gelap.html

1 comments :

bagus dwipananda mengatakan...

logical thought and realistic, why the central government is so naive........

Posting Komentar