SURABAYA - Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) soal aturan minuman beralkohol menuai protes. Pasalnya, imbas dari peraturan tersebut membuat miras oplosan semakin merajalela dan dinilai mengancam korban tewas lebih banyak.

Koordinator East Java Action Rudhy Wedhasmara, lembaga antinarkotika dan terapi terhadap korban oplosan mengatakan, salah satu item dalam aturan tersebut adalah penjualan minuman beralkohol di bawah lima persen dilarang dijual di minmarket. Minuman beralkohol hanya boleh dijual di supermarket atau hypermarket. Aturan itu tertuang dalam Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol yang ditandatangani pada 16 Januari 2015

"Akan berdampak semakin banyaknya miras oplosan yang beredar. Karena untuk mendapatkan minuman beralkohol di bawah 5 persen susah. Bagimana dengan daerah yang ada di kawasan wisata namun tidak ada supermarket atau hypermarket," kata pria yang akrab disapa Sinyo, Rabu (28/1/2015).

Dia mencontohkan, sejak tahun 2013 hingga saat ini sudah ada 147 peraturan daerah baru yang melarang dan membatasi penjualan miras beralkohol. Rupanya, pembatasan itu, tidak menurunkan angka kematian akibat miras oplosan di Indonesia. Data yang dihimpun, kata Sinyo, hampir tiap tahun terdapat 18 ribu kematian akibat miras oplosan ini.

"Beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Cirebon sejak tahun 2014 sudah menerapkan aturan larangan penjualan minuman keras beralkohol segala jenis di supermarket dan minimarket, namun berdasarkan data yang dipublikasikan di media massa sejak tahun 2013 - 2014 menyebutkan 107 korban meninggal dunia akibat oplosan. Jumlah lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 - 2012 yang mencapai 50 korban jiwa," katanya.

Nah, untuk menekan jumlah itu, bukan peraturan ketat yang dibutuhkan melainkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya minuman beralkohol ini. "Salah satu solusi untuk menekan jumlah penyalanggunaan alkohol secara berlebihan dan juga peredaran oplosan yaitu dengan adanya edukasi alkohol seperti yang sudah diterapkan di beberapa sekolah di Inggris," tambahnya.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2015/01/28/320/1098239/larangan-penjualan-bir-di-minimarket-tuai-penolakan

0 comments :

Posting Komentar