Bagian: Reformasi Hukum Kebijakan Napza

Pergeseran fokus dari kriminalisasi dan penghukuman pengguna Napza kearah yang menjunjung hak asasi manusia, kesehatan publik dan pembangunan sosial ekonomi akan memberikan hasil yang lebih baik dan bersesuaian dengan kebijakan sosial dan kesehatan lainnya.


Mengapa perubahan hukum Napza penting?

Sejak terciptanya sistem pengawasan Napza internasional, strategi yang dominan dalam mengurangi skala pasar dan penggunaan Napza telah didasarkan pada prinsip pencegahan dan berfokus pada penerapan hukum yang berat yang melarang produksi, distribusi dan penggunaan zat yang diawasi. Strategi yang bertujuan untuk mencegah keterlibatan seseorang dalam peredaran gelap Napza dengan ancaman hukuman ini dipercayai akan mengurangi dan pada akhirnya akan menghapuskan pasar Napza global dan bahaya kesehatan dan sosial yang terkait.

Banyak studi kini telah menunjukkan adanya efek terbatas dari dua elemen di strategi ini – menekan persediaan melalui pengawasan terhadap produksi dan distribusi,  serta menekan permintaan melalui penghukuman dan pencegahan. Kebijakan ini juga telah berdampak pada beberapa konsekuensi negatif. Pada 2008, Direktur Eksekutif UNODC membuat daftar konsekuensi-konsekuensi negatif yang tidak dikehendaki sebagaimana dirangkum sebagai berikut.


  • Terciptanya pasar gelap kriminal yang besar dan menguntungkan yang dilakukan oleh organisasi kriminal yang berpengaruh. Tindakan penegakan hukum terhadap pasar seperti ini dapat menciptakan situasi kondusif bagi pelaku kriminal yang paling keras dan berbahaya. 
  • Masalah penempatan kebijakan yang salah yang merujuk pada fakta bahwa sumber daya yang terbatas telah digunakan untuk mengatasi pasar Napza yang utamanya ditargetkan pada intervensi penegakan hukum yang tidak efektif, yang berdampak pada sedikitnya sumber daya yang tersisa untuk program-program kesehatan publik dan sosial ekonomi. 
  • Peralihan geografis, yang juga dikenal dengan istilah ‘efek balon’, yang berarti bahwa ketika suatu operasi telah sukses dilakukan di satu area produksi Napza, produksi tersebut muncul di bagian lain di suatu negara, daerah atau dunia. Analis telah mencatat bahwa suatu operasi yang sukses terhadap jaringan perdagangan tertentu dapat berakibat pada meningkatnya kekerasan karena kelompokkelompok perdagangan yang baru akan berseteru untuk mendapatkan ‘posisi’ yang ditinggalkan. 
  • Peralihan zat, yang berarti bahwa ketika suatu intervensi dilakukan terhadap suatu zat  spesifik melalui pengurangan persediaan atau permintaan, bandar dan pengguna Napza akan menggunakan zat lainnya yang kadang lebih berbahaya. 
  • Kriminalisasi pengguna Napza meningkatkan marginalisasi dan stigmatisasi terhadap mereka. Tindakan penegakan hukum terhadap pengguna Napza dan penolakan masyarakat terhadap tingkah laku mereka yang sering kali kontra produktif, menghalangi akses mereka atas pelayanan sosial dan kesehatan serta mengurangi produktivitas mereka di dalam masyarakat. Mengkriminalisasi pengguna Napza juga merusak hubungan positif keluarga dan ikatan kelompok serta menghalangi akses terhadap pekerjaan dan pendidikan. Kelompok-kelompok minoritas, khususnya, yang akan terkena dampaknya sebab mereka kerap menjadi sasaran intervensi penegakan hukum. 
Selanjutnya disini:


Sumber: http://idpc.net/publications/2012/03/idpc-drug-policy-guide-2nd-edition

0 comments :

Posting Komentar