Festival Bir yang digelar setiap Oktober di desa Taybeh Tepi Barat diyakini dapat mengundang investasi asing. Dengan begitu, ekonomi domestik Palestina akan kuat sebagai modal hadapi Israel. Taybeh dihuni mayoritas Kristen yang hidup damai dengan komunitas Muslim. 



VARIA.id, Jakarta – Berada sekitar 14 kilometer dari Yerusalem, Taybeh di Tepi Barat dikenal sebagai satu-satunya desa penghasil bir di Palestina. Ribuan pengunjung membanjiri desa berpenduduk Kristen itu untuk merayakan Festival Bir setiap tahunnya. Desa berpenduduk 1.400 orang itu bahkan memperluas usaha dengan memproduksi anggur. Bisnis bir merupakan satu dari sedikit lahan pekerjaan menjanjikan bagi orang Kristen di Palestina. 

Jumlah Kristen di Timur Tengah terus menurun akibat konflik akhir-akhir ini. Banyak penduduk pergi mencari kehidupan yang lebih baik atau untuk menghindari konflik. Kristen di Tepi Barat hanya berjumlah sekitar 2 persen dari seluruh populasi. Mereka merupakan minoritas dengan 38 ribu jiwa di tengah mayoritas Muslim berpenduduk 2 juta Jiwa. Namun, gereja Katolik setempat menyebutkan sekitar 80 persen orang Kristen memilih bekerja di luar negeri. 

Lain halnya dengan penduduk Taybeh yang memilih tetap tinggal. Keputusan ini menjadikan Taybeh desa Kristen terakhir di Tepi Barat. Hubungan Kristen dengan mayoritas muslim di kawasan Palestina jauh lebih baik ketimbang di kebanyakan kawasan Timur Tengah. Kekerasan kelompok sangat jarang terjadi antara dua penganut agama berbeda itu. Namun,
pendudukan Israel membuat mereka semakin sengsara akhir-akhir ini. Mereka juga cemas dengan kebangkitan politik Islam garis keras akhir-akhir ini di Timur Tengah.



Bir simbol perlawanan 

Keluarga penghasil bir di Taybeh menyebutkan berbisnis di Palestina merupakan perlawanan damai mereka terhadap pendudukan Israel. 

“Kami percaya beginilah Palestina dapat dibangun. Dengan melakukan investasi di dalam negeri dan mendorong orang Palestina lain datang dan menanam modal di sini,” kata pendiri penyulingan bir dan anggur, Nadim Khoury, seperti dikutip laman berita Al-Quds. 

Bir dari Taybeh beredar di seluruh dunia. Produk tanah Palestina ini bahkan banyak dikonsumsi warga Israel jauh dari Tepi Barat. Sejak 2005, Taybeh menggelar Festival Bir tahunan setiap Oktober. Sebanyak 16 ribu orang mengunjungi acara yang menjadi magnet wisata itu. Kebanyakan pengunjung merupakan diplomat, pekerja kemanusiaan, jurnalis dan Kristen setempat. Festival bir tahunan justru membuat produk warga sekitar laris manis diborong wisatawan. Produk itu di antaranya adalah madu, minyak zaitun, dan kain sulam. 


Khoury mengatakan, bisnis keluarganya mulai memproduksi anggur. Khoury memberi nama Nadim untuk produk anggur mereka. Nadim dalam bahasa Arab berarti teman minum. Putranya, Canaan tahun lalu bekerjasama dengan pembuat anggur dari Italia untuk produksi gelombang pertama. Anggur itu dibuat dari jenis merlot, kabernet dan Suriah. Keluarga itu meluncurkan anggur baru itu November lalu. 

Kebijakan negara Israel mengahasilkan kesulitan tersendiri bagi bisnis anggur di Tepi Barat. Penyulingan anggur mulai mengalami kesulitan pasokan karena tembok pemisah Israel. Akibatnya, produk anggur Palestina semakin sulit berkembang. 

Canaan Khoury mengatakan, ia sebenarnya ingin produksi anggur Palestina terkenal di dunia internasional tanpa embel-embel Israel. Israel menjadi produsen anggur ternama di dunia dengan pasokan dari Palestina. 

“Kami merasa perlu mendirikan penyulingan anggur di Palestina, kata pemuda lulusan Harvard itu. Kekuasaan Israel juga menghambat pasokan alat produksi dari luar. Pemeriksaan Israel membuat impor alat pengolahan anggur memakan waktu lama,” katanya. 

Taybeh tidak berada dalam kondisi gampang. Kepala Desa Taybeh, Nadim Barakat mengatakan, mereka membutuhkan industri anggur, bir dan festival tahunan untuk memutar roda ekonomi desa itu. Dengan begitu, jumlah warga Kristen yang mencari kerja di negeri orang bisa ditekan. 

“Ekonomi merupakan inti semuanya. Kami harus meningkatkan ekonomi Taybeh sehingga warga tidak pergi,” pungkasnya. 

Editor: Drajat Kurniawan 

Sumber: http://www.varia.id/2015/02/13/lawan-israel-dengan-bir/#ixzz3TQnxwgVT

0 comments :

Posting Komentar