SURYA.CO.ID | SURABAYA - Meski ketahuan memeras tersangka kasus narkoba, tiga anggota polisi di Surabaya tidak ditahan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Propam Polda Jatim, mereka diserahkan ke pimpinannya masing-masing.

Tiga oknum polisi itu semua berdinas di Surabaya, yakni Aipda FM (Baintel Polsek Rungkut), Brigadir BHW (anggota Reskrim Polsek Simokerto), dan Brigadir SA (anggota Sabhara Polsek Asemrowo). Aipda FM dan Brigadir BWH diserahkan ke Polrestabes Surabaya, sedangkan Brigadir SA diserahkan ke Polres Tanjung Perak.

"Setelah diperiksa Propam 1X24 jam, mereka diserahkan ke Ankum (Atasan yang Berhak Menghukum)-nya masing-masing untuk diberi pembinaan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono, Senin (23/3/2015).

"Tapi mereka tidak ditahan. Sebagaimana ketentuan, penahanan baru dilakukan setelah ketok palu (perkara diputus)," lanjut mantan Wadirlantas Polda Jatim tersebut.

 Selain memeriksa tiga anggota polisi tersebut, masih kata Awi, Propam Polda Jatim juga sudah memeriksa dua keluarga korban, serta beberapa saksi lain dalam perkara ini. Proses itu baru terkait pelanggaran disiplin sebagai anggota polisi. Sedangkan perbuatan pidana berupa pemerasan, belum diproses. Alasannya, belum ada laporan resmi atas perkara ini.

"Kalau ada laporan pidananya, yang diproses pidana dulu. Setelah itu baru proses pelanggaran disiplin. Tapi sejauh ini belum ada laporan pidananya," paparnya.

Tiga polisi itu ditangkap Minggu (23/3/2015) pagi. Mulanya, ada seorang pecatan polisi berinisial MRA yang menginformasikan ada pelaku narkoba di depan apartemen. Seorang anggota polisi yang menerima informasi itu kemudian mengabari dua rekan lainnya. Setelah menangkap, mereka bertiga sepakat untuk tidak memproses secara hukum jika tersangka menyerahkan uang.

Setelah negoisasi, disepakati tebusannya sebesar Rp 7 Juta. Disepakati uang itu diserahkan di Jalan A Yani. Tapi ketika transaksi, ketiga oknum polisi itu malah ditangkap angggota Ditreskoba Polda Jatim.

"Saat dimintai uang, tersangka itu kemudian menghubungi orangtuanya. Dan si orangtua kemudian melaporkan kejadian ini ke Ditreskoba Polda Jatim. Saat transaksi, mereka diamankan," jawab Awi.

Dalam penangkapan itu, MRA tidak ada di sana. Saat ini, pecatan polisi tersebut masih buron. "Petugas masih mencarinya. Dia sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang)," imbuh mantan Kapolres Magetan ini.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2015/03/23/polisi-pemeras-tersangka-narkoba-tidak-ditahan?page=2

0 comments :

Posting Komentar