Surabaya, (Antara Jatim) - Lembaga kemasyarakatan "Empowerment and Justice Action" (EJA) Surabaya dan Rumah Cemara menilai kampanye narkoba psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) oleh pemerintah kurang maksimal.

Perwakilan EJA Surabaya Rudhy Wedhasmara, Kamis, mengatakan, saat ini terdapat beberapa kampanye penyalahgunaan narkoba oleh pemerintah yang kurang maksimal.

"Seperti slogan larangan penggunaan narkoba 'Say No to Drugs' yang notabenenya malah menjadikan pengguna narkoba itu sebagai seseorang yang bersalah. Meskipun banyak di antara pengguna tersebut adalah korban," katanya di sela pelaksanaan lokakarya "Merancang Kampanye Alternatif Pengetahuan Tentang Napza" di Surabaya.

Ia mengemukakan, selama ini dalam melakukan kampanye tersebut pemerintah lebih represif dan menggunakan pendekatan hukum dalam membuat sebuah larangan penggunaan narkoba.

"Alangkah baiknya dalam kampanye larangan penggunaan narkoba tersebut menggunakan cara-cara lain yang lebih mengena di masyarakat. Salah satunya, adalah pendekatan kesehatan, budaya atau juga dengan menggunakan pendekatan psikososial," katanya.

Ia mengatakan, tujuan dari lokakarya ini adalah merumuskan metode yang memudahkan masyarakat memahami persoalan narkoba.

"Selain itu, dari lokakarya ini, ada peran aktif menghentikan wacana 'perang' melawan narkoba. Dan yang terpenting adalah muncul gagasan membuat karya dengan semangat regulasi, bukan pelarangan narkoba," katanya.(*)

Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Sumber: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/169433/eja-nilai-kampanye-napza-pemerintah-kurang-maksimal

0 comments :

Posting Komentar