Perwakilan Empowerment and Justice Action (EJA) Surabaya, Rudy Wedhasmara saat Memberikan Sambutan di Lokakarya "Merancang Kampanye Alternatif Pengetahuan tentang Napza", Kamis (10/12/2015). (Foto: Yovinus G. Wicaksono/surabayatimes)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Empowerment and Justice Action (EJA) Surabaya dan Rumah Cemara menggelar lokakarya "Merancang Kampanye Alternatif Pengetahuan Tentang Napza", Kamis (10/12/2015).

Tujuan dari lokakarya ini adalah merumuskan metode yang memudahkan masyarakat memahami persoalan narkoba.

Selain itu, dari lokakarya ini, ada peran aktif menghentikan wacana "perang" melawan narkoba. Dan yang terpenting adalah muncul gagasan membuat karya dengan semangat regulasi, bukan pelarangan narkoba.

"Kampanye korban Napza sudah dilakukan sejak 2007 dan ini sudah diakui oleh pemerintah. Melalui pertemuan ini, kami juga akan merumuskan apakah kampanye selama ini sudah tepat sasaran atau belum," ujar perwakilan EJA Surabaya, Rudy Wedhasmara.

Lokakarya ini merupakan yang ketiga setelah Yogjakarta dan Makasar.

Hadir dalam lokakarya ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, akademisi, perwakilan Dewan Kesenian Jawa Timur dan perwakilan jurnalis di kota Surabaya. (*)

Sumber: http://www.timesindonesia.co.id/baca/110984/20151210/111503/perlukah-kampanye-alternatif-napza/

0 comments :

Posting Komentar