JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Produsen minuman beralkohol tradisional mendesak pemerintah agar meningkatkan pengawasan terhadap minuman oplosan. Mengingat itu berpengaruh terhadap kelangsungan usaha dari produsen.

Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Indonesia meminta agar pemerintah melindungi nasib petani dan produsen minuman beralkohol tradisional dari dampak peredaran oplosan.

Koordinator Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Indonesia, Adi Chrisianto mengatakan, RUU Pelarangan Minuman Beralkohol ini mengancam ribuan petani kelapa dan siwalan di Indonesia.

Mereka terancam kehilangan pekerjaan dan juga kehilangan haknya atas pengelolaan tanah seperti yang diatur dalam UU No. 13/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Kami terancam kehilangan pekerjaan jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelarangan Minuman Beralkohol diberlakukan. Seharusnya pemerintah mampu membina petani dan produsen arak, tuak dan minuman beralkohol tradisional lainnya,“ ujarnya dalam diskusi terbuka mengakaji rancangan undang-undang (RUU) minuman beralkohol, di Aula Universitas Islam negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jumat (12/2).

Menurutnya, selama ini produsen minuman berlalkohol tradisional sulit mendapatkan sertifikasi produk aman konsumsi dari BPOM dan Menteri Kesehatan.


Hal itu lantaran adanya sejumlah syarat yang harus dipenuhi, seperti kebersihan bahan baku, alat atau mesin pengolahan yang digunakan untuk mengolah minuman layak konsumsi dan sebagainya.

“Untuk memenuhi standar itu perajin arak Plumpungan Purwodadi misalnya, terbatas soal modal. Meskipun demikian, bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa soal kesehatan dan keamanan konsumsi karena kami mempunyai pengetahuan lokal sendiri dalam mengolahnya,“ jelasnya.

Sementara itu, Ali Munhanif dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta mengatakan, untuk mengatasi masalah oplosan maka diperlukan edukasi kepada masyarakat.

“Edukasi yang minim membuat oplosan semakin mudah didapatkan. Jika RUU Pelarangan Minuman Beralkohol dikaitkan dengan perlindungan konsumen itu tidaklah tepat. pasalnya hak konsumen sendiri ialah terkait dengan bahan dari minuman itu sendiri, “ tandasnya. (ucl/biz/mar)

Sumber: http://jatengpos.co.id/2016/02/12/produsen-minuman-tradisional-beralkohol-sulit-dapat-sertifikasi/

0 comments :

Posting Komentar