Empowerment And Justice Action menggelar pertemuan koordiasi dengan jaringan populasi kunci Surabaya, Rabu, 21 Mei 2019 di Hotel Amaris, Surabaya.

Hadir sebagai peserta diantaranya Yayasan Orbit Foundation, OPSI Jatim, Gaya Nusantara, Perwakos, dan Youth INTI Muda.

Bagus Dwipananda, Koordinator Pelaksana, mengatakan dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 20 perwakilan populasi kunci itu membahas permasalahan HAM, stigma, dan diskrimiasi.

Tiga permasalahan ini yang selalu dialami kaum marginal terutama pada populasi kunci. Misalnya kasus penggrebekan terhadap pekerja seks oleh satpol PP yang seringkali melanggar HAM seperti pelecehan seksual. Kemudian kasus penggrebekan komunitas LSL oleh polisi yang justru banyak melanggar HAM.

"Belum lagi kalau bicara soal stigma dan diskriminasi baik di masyarakat maupun di fasilitas umum, seperti kesehatan, politik, hukum, dan lain-lain. Banyak yang dialami oleh kawan-kawan komunitas," katanya.

Yang paling menarik saat ini adalah terjadi stigma ganda yang ada pada kelompok Gay. Stigma ganda itu adalah gay selain stigma perilaku gender juga sebagai pengguna napza (drugs users).

"Ini yang menjadi alasan ketika terjadi penangkapan oleh polisi. Pasal yang digunakan ada dua, yaitu bisa pornografi maupun UU Narkotika," katanya.

Namun, lanjut Bagus, dalam pertemuan kemarin masih meraba-raba persoalan yang dihadapi.

"Kita petakan dulu masalah-masalah yang muncul di populasi. Permasalahan-permasalahan yang muncul itu ada yang ditindak lanjuti, ada juga yang sekedar saran-saran, karena pertimbangan stigma dan diskriminasi di lapangan sangat tinggi," katanya.

0 comments :

Posting Komentar